Jumat

30 oktober 2009

walaupun sudah diniatkan bekerja untuk memperbaiki kehidupan sekaligus mendapatkan nilai ibadah, namun nuansa keruwetan, kemacetan dan kesimpangsiuran selama perjalanan pergi dan pulang kerja yang berpotensi menimbulkan keluh kesah, kemarahan sampai caci maki dan umpatan, disayangkan bisa mengurangi barokah yang menjadi pemikat juga perekat dari rejeki yang menempel di tangan kita, kantong kita sampai rekening kita...

Kamis

29 oktober 2009

walaupun penentuan akan target-target pencapaian kehidupan bukan sesuatu yang dilarang, tapi seringkali muncul ketegangan manakala tidak tercapainya ukuran layaknya mendepa kain sarung, mungkin perlu terus dikenali dan dipelajari tentang pintu masuk dan keluar dari masalah bukan hanya dari wujudnya, sehingga tidak terjebak seperti halnya mengkancingkan baju yang nampaknya dimasukkan tapi ternyata keluar lagi...

Rabu

28 oktober 2009

kerinduan akan masa lalu sering menyebabkan pikiran terjebak pada angan akan mesin waktu yang bisa mundur dan berharap ada kehidupan paralel, padahal seburuk-buruknya masa lalu pasti ada manfaat untuk masa kini jika bisa menguraikan dan menyerapnya menjadi ilmu layaknya buah kelapa yang walaupun tidak sempat merasakan air segarnya saat muda tapi masih bisa dinikmati kelezatan santannya sebagai bumbu kehidupan di saat tua...

Selasa

27 oktober 2009

kalau dalam pertarungan mempertahankan buah ketenaran fokus hanya pada citra aroma yang jelas mengundang para pemangsa untuk segera merebut dan meninggalkan sampah kebusukan, mungkin perlu strategi layaknya buah kopi matang yang harum walaupun sudah dimakan luwak, tapi karena mempunyai mekanisme menjaga keutuhan bahkan menyerap sari pencernaan dalam proses pembusukan, sehingga saat keluar bercampur kotoran tetap utuh dan menjadi semakin harum...

Jumat

23 oktober 2009

munculnya kesetimbangan dalam banyak kejadian di jagatraya, seperti yang dianalogikan dalam teori kekekalan energi walaupun dinotasikan sebagai angka nol, nampaknya bukan berarti ketiadaan tapi lebih mengarah pada kemanunggalan layaknya baling-baling yang berputar, bisa bersumber dari bebannya, gayanya, letaknya atau langsung dari Sang Maha Tunggal...

Kamis

22 oktober 2009

walaupun rasa syukur selalu dinyatakan paling tidak sebagai titik awal terbukanya pintu rejeki, layaknya kotek ayam setelah bertelur, atau semerbak wangi bunga sedap malam dikesejukan malam, yang tentu saja belum menjadi ketentuan akhir akan kesejahteraan dan keselamatan, maka perlu dikenali isyarat ambang batas kewajaran seperti halnya bersendawa setelah makan, tersedak ketika minum maupun kesandung saat berjalan...

Rabu

21 oktober 2009

persaingan yang begitu keras untuk mendapatkan peluang apapun di dunia ini terjadi kalau dianggap setiap jenis peluang hanya mempunyai satu sisi layaknya dadu, padahal bisa jadi peluang itu layaknya puzzle dimana untuk mengutuhkannya diperlukan usaha untuk mencari pasangannya yang ditafsirkan bukan sebagai dua sisi yang saling berlawanan melainkan rangkaian yang bisa jadi berasal dari saudara, orangtua, guru, tetangga, kiai sampai pengemis...