Selasa

29 juni 2010

"Nak tadi di tivi katanya Hitler sudah meninggal ya, kapan?"
"Sudah kek, sembilan belas empat lima!"
"Lho itu kan lima menit yang lalu, kok kakek gak tahu ya?"
"???"
***Nampaknya petunjuk tidak cuma harus lengkap dan jelas, tapi keabsahannya yang bisa ditengarai dari cara mendapatkan petunjuk termasuk juga nara sumber nya***

Kamis

24 juni 2010

"Mas, katanya toiletnya kosong? Tapi dari tadi sudah saya dorong bolak-balik sampe digedor, kok gak buka juga? Cepetan nih mules!!!"
"Lha pak, ya jelas gak bisa wong itu pintu geser!!!"

***Sesulit apapun kondisinya, ada baiknya kalau tetap diusahakan untuk mencoba berpikir tenang kalau mungkin analisa seminimal apapun***

Sabtu

19 juni 2010

"Priiiit!"

"Saya salah apa pak kok disetop? Saya mau ke undangan nih!"

"Silakan lihat, surat2 saya lengkap, helem standar, perlengkapan motor juga komplit!"

"Maaf pak, bapak memang tidak melanggar rambu dan kelengkapan, tapi coba bapak tengok kebelakang"

"Istri bapak tertinggal di perempatan sana dan dari tadi dia teriak-teriak berlari mengejar bapak!"

***Kadang terlalu fokus pada target pencapaian bisa melupakan kebersamaan bahkan keselamatan orang-orang terdekat kita***

Rabu

9 juni 2010

Tamu: "Nak, apakah ibumu ada di rumah?"
Anak: "Ada, Pak."
Tamu: (setelah 15 menit mengetok pintu tanpa hasil)
"Hai, Nak. Tadi kau katakan ibumu ada di rumah."
Anak: "Benar, Pak. Tapi kami tidak tinggal di rumah ini."...
===Sungguh keyakinan atas dasar petunjuk yang kurang lengkap bisa menyesatkan===

Kamis

20 mei 2010

seringkali kemampuan merumuskan pengetahuan hasil pengamatan juga analisa, jika tanpa adanya budidaya kesadaran cenderung bisa memabukkan, sehingga serasa sudah menemukan sampai menguasai ilmu, padahal bisa jadi itu masih sekedar singgungan mungkin juga cuma kilasan dari wujud ilmu yang sesungguhnya, layaknya fatamorgana yang menghibur, tanpa menyadari kalau sebenarnya belum bertemu dengannya....

Rabu

12 mei 2010

banyak hal yang bisa dirasakan sebagai kesenangan didunia ini, tapi kalau cuma fokusnya untuk sekedar kenikmatan untuk kebanggaan, maka mungkin cuma ada dua model yaitu, layaknya asap pembakaran sate yang menyebar kemana-mana tidak peduli yang dibakar satu ataupun seratus, atau seperti makan durian yang keriuhannya baru terjadi setelah bau menempel dan merebak dari sisa sampahnya

Jumat

7 mei 2010

walaupun kemampuan tafsiran akal pada pandangan mata juga pendengaran telinga jelas menjadikan dunia nampak ramai dan berwarna-warni, tapi sering begitu kuatnya tuntutan akan kehidupan mengakibatkan kurang berlakunya analisa menuju pemahaman, bukan sekedar kesimpulan yang sering hanya mengakibatkan terhambatnya kualitas pemikiran, seperti halnya ketika makan tanpa dikunyah dengan baik walaupun bisa tertelan tapi adakalanya bisa tersedak sampai muntah