akhirnya lembaran ini akan berakhir juga ditumpukan kertas bekas setelah setahun menggantungkan dirinya pada dinding kehidupan yang mungkin sudah berpuluh tahun merasakan lelahnya menanggung beban angka-angka yang setia berderet dan bergiliran untuk dilewatkan bersama hari-hari yang terus berlangsung mengikuti putaran waktu sampai entah kapan saatnya tiba...
selamat ganti kalender...
Rabu
Kamis
24 desember 2009
karena hidup dianggap menjadi kewajiban bahkan default akibat dari keterlibatan yang mendalam pada relasi antar kehidupan yang saling mengait membentang meluas, akan menyulitkan jawaban jika ditanyakan kapan merasa hidup, yang boleh jadi waktu bangun tidur, mungkin belanja, waktu sakit, atau saat malam pertama, sehingga mungkin perlu menapak tilasi kelahiran, menghayati kesakitan, mengilhami kematian sebagai ikhtiar menjadikan hidup semakin hidup...
Rabu
23 desember 2009
seringkali kesengajaan yang dilakukan dianggap tanpa keyakinan sehingga menjadikan perlunya keyakinan sebagai pertentangan padahal kesengajaan ditimbulkan pasti dari pemikiran yang sesaat maupun seabad secara tersirat maupun tersurat tentu ada unsur keyakinan walaupun keyakinannya cuma lebih sedikit dibandingkan ketidakyakinannya sehingga tidak diakuinya keyakinan tentu menjadi bertolakbelakang dengan kesengajaan itu sendiri...
Selasa
22 desember 2009
mungkin perlu juga olah rasa tubuh yang ditafsirkan bukan sekedar bergeraknya rasa atau pengenalan rasa, tapi mengarah kepada melatih rasa yang timbul karena gedoran hasrat gempuran nafsu mulai dari mengecap, mengucap sampai mengecup layaknya bendungan punya kran-kran tertentu yang suatu ketika bisa dibuka atau ditutup untuk menjaga ambang batas, melalui pengenalan tuntunan atau tuntutan, ajakan atau arahan, hasutan atau himbauan, kajian atau kicauan...
Kamis
17 desember 2009
tertahan keinginanku untuk sekejap menghentikan langkah perjalanan waktuku dengan sedikit meremahkan niat mengulurkan lembar kertas rekayasa angkaku, oleh tatapan mata bersaput lembayung yang tak berujung melampaui ketidakpastian menembus kenestapaan hingga menghentikan aliran darah kekufuran duniaku yang tak jua berujung walau sudah berbiduk bahkan berbahtera nikmat berpuluh tahun...
ya Allah, sertakanku di hijrah masa depannya...
ya Allah, sertakanku di hijrah masa depannya...
Rabu
16 desember 2009
saat kumendahului langkahnya yang terbungkuk berat menarik gerobak penuh muatan berbungkus karung harapan masa depan, dalam malam yang hiruk-pikuk kehampaan ceria ketidakpahaman, sepanjang lintasan kehidupan diatas aspal jalanan...
ditengokkanlah wajahnya yang bulat dan gelap berurat basah berkilat peluh menyilaukan mata duniaku logika kemapananku...
duh gusti, maafkan aku tak layak memandangnya seperti itu...
ditengokkanlah wajahnya yang bulat dan gelap berurat basah berkilat peluh menyilaukan mata duniaku logika kemapananku...
duh gusti, maafkan aku tak layak memandangnya seperti itu...
Selasa
15 desember 2009
sungguh segala harta benda yang didapatkan dari cucuran keringat dan tetesan darah secara terus menerus dengan eskalasi yang meningkat, bisa diasumsikan menyebabkan keringnya diri, bila harapan akan menyublimnya fungsi benda tidak bisa membawa potensi cairan yang dapat mengairi kembali diri, kecuali jika bukan berasal dari keringat dan darah sendiri, tapi teman anda, bawahan anda, saudara anda...
Langganan:
Postingan (Atom)
