Selasa

20 april 2010

sesaat kubaca ta'awudz...
serasa hilang diriku sekejap...
entah ku terserap hingga terurai dalam cahaya...
entah ku tercampak hingga temaram dalam gelap...

Rabu

14 april 2010

keutuhan iman tidak terbentuk begitu saja, tapi perpaduan dari berbagai anasir keyakinan yang memunculkan wujud layaknya telur yang kelihatan terbungkus rapat tapi sebetulnya mudah pecah apabila tidak dimatangkan dalam gejolak riuhnya kehidupan dan bisa tahan lebih lama lagi kalau diproses dengan adonan kelamnya abu perjuangan juga digarami dengan ilmu-ilmu bermanfaat...

31 maret 2010

ajuring ajar...
pilihing polah...
regeding ragad...
jogeding jagad...
lumpuhing lampah...

Jumat

25 maret 2010

setiap menyaksikan atau mendengar tentang kasus penyimpangan keuangan yang bernilai besar, nampaknya lebih sering menjadi prihatin karena besarnya nilai yang terlibat dibandingkan pada inti perbuatan itu sendiri, sehingga jangan-jangan sebenarnya terbesit harapan yang bisa jadi menjadi keinginan tanpa sadar untuk ikut merasakan sebagian dari besaran yang sudah menyebar, layaknya mencium aroma lezat saat melewati kepulan asap pembakaran sate...

Rabu

24 maret 2010

keikhlasan yang hanya ditampilkan sebagai ketidakberdayaan sering dimanfaatkan hingga dimanipulasi menjadi kemenangan bagi pemilik modal maupun penguasa wilayah, padahal kalau diluncurkan secara aktif, akan menjadi sinergi positif berbasis komitmen yang tidak demonstratif tapi jelas menguatkan posisi dengan muatan yang jelas, layaknya bola bowling yang langsung menghunjam memporakporandakan pilar-pilar keangkuhan...

Sabtu

20 maret 2010

kalau membesar menjadi pilihan...
sudahkah kebesaran itu membesarkan, sehingga ukuran yang terasa besar memang menjadi besar seakan cuma kebesarannya itulah satu-satunya besaran yang perlu dibesarkan menjadi semakin besar...
padahal membesar bisa jadi tidak karena besar, tapi lebih karena tidak membuka ruang yang besar untuk hal-hal yang sungguh besar...

Selasa

17 maret 2010

segala hal tentang diri ini sejatinya bukan tentang diri ini sendiri tapi tentang kesendirian yang berdiri tanpa bisa berarti dihadapan pemilik diri yang menjadi inti keberadaan segala rasa kemandirian yang nyata-nyata tidak bisa berdiri sendiri...